BOWMANZ WEB

HEBOH!!! Orang Mojokerto Punya Blog...

Sekolah Santai Banyak Teman

Rasanya pingin ngulangi lagi saat-saat SMA yang hingga saat ini sudah dua tahun lebih meninggalkan sekolah tercinta. Begitu banyak kenangan yang masih membekas di ingatan dari sekolah ini. Yah meskipun bukian sekolah negeri, tapi di SMA PGRI 2 Mojokerto lah aku menemukan berbagai sosok sahabat yang hingga kini masih terjalin erat tali persahabatan juga menemukan jalan pikiran dan prinsip yang sama satu dengan yang lainnya. Sebenarnya dulu aku sekolah di negeri tepatnya di SMAN 2 Mojokerto tapi dipaksa pindah oleh pihak sekolah karena moud belajarku yang amat minim. Sempat nyesal sih, karena SMANDA Moxer (moxer=mojokerto ; sebutan gaul anak Mojokerto)adalah sekolah pilihanku sendiri setelah lulus SMP. Kebanyakan bolos hingga Sekolah angkat tangan untuk mendidikku lebih lanjut. Dasar aku anak bandel, mungkin karena aku minder dengan keberadaanku di sekolah ini entah perasaan itu datangnya dari mana aku juga tidak tahu. Namun akhirnya setelah pindah ke PGRI 2 (SMA PGRI 2 KOTA MOJOKERTO) aku merasa sangat berbeda, selain banyak teman aku juga mendapat kan kesamaan prinsip disana. Dari tadi ngomongin prinsip, prinsip apaan sih? Mau tau, kan judulnya dah ada, yaitu "Sekolah Santai Banyak Teman"
Hehe... Mantap kan ?? Giman nggak santai, sekolah masuk siang, trus kenbanyakan siswanya dari Kabupaten. Tidak seperti di Negeri yang mayoritas anak kota. Mekipun buat mereka biasa tapi bagi kami yang anak ndeso hehe Kabupaten kali ya, udah belagu banget. Kembali ke topik tentang prinsip sekolah santai banyak teman. Adalah saat belajar yang menyenangkan, guru-guru yang bersahabat layaknya teman, bercanda sana kemari, saling sapa tidak peduli itu murid yang bagaimana dan masih banyak lagi. Tapi meskipun begitu kami tidak mau dan tidak pernah keterlaluan menganggap seorang guru layaknya teman, tetap kami hormati sebagai seorang guru. Ya memang harus begitu kan
Pelajaran kuikuti dengan santai sesantai-santainya, bahkan kadang juga tidak masuk sama sekali ke otak karena saking santainya hehe..dasar bendeeel.... Entah deh kenapa pada waktu itu aku dan teman-teman tidak terlalu ingin ribet masalah sekolah. Tapi kini hanya rasa penyesalan yang nongkrong dihati, bahwa kini baru menyadari betapa pentingnya semua itu dan aku pun telah kehilangan sebuah pengetahuan dasar yang akan terbawa selamanya. Bahkan apa yang pernah diajarkan semasa sekolah sudah 80% lebih sudah "lupa". Bagaimana tidak, belajar aja tidak pernah baru kalo mau ulangan atau ujian itu baru (pura-pura) belajar supaya tidak dimarahi ortu. Nyatet aja jarang, betapa ruginya diriku.
Tapi jika di nalar, semua itu adalah wajar mengingat pada usa-usia tersebut adalah masa lagi senang-senangnya main, hura-hura sama teman. Mereka tidak mau ribet memikirkan masalah sekolah dan mengasah pikiran. Tapi setelah lulus, baru krasa betapa pentingnya pendidikan dasar tersebut. Untuk itulah buat teman-teman yang masih SMA atau SMK yang nemuin tulisan ini, janganlah terlalu menomorsatukan kesenangan semata dan terlalu menyingkirkan pendidikan karena semua itu hanya akan menyisakan penyesalan di kala kalian lulus nanti. Hidup sudah susah, jangan malah dibikin susah. waduh ni omongan kayak udah pernah denger nih, tapi siapa ya? Yang harus dipikirkan saat ini adalah jangan sampai status pengangguran melekat pada diri kita setelah lulus nanti. Oke itu saja.

Berkaitan



2 komentar:

Anonim mengatakan...

they, however, give off unimaginable faculty. links of london charms The key is how to decide properly. The shape of links of london charms Earrings is connected to one’s face mold. People with triangular charms bracelets face are not apposite to bear long Links Of London Earrings with pendants links of london womens watches while studs in around identity can proffer a substance of coordination. links of london watch uk If you have an oval face, you can erode Links Of London Earrings in any style. cheap links of london rings Please never try too long, too small or too big ones.

chunxue mengatakan...

During the World War II, Art Deco jewellery was ugg sale a very popular style among women. The females started ugg boots wearing short dresses and cut their hair short. And uggs such boyish style was accessorized with Art Deco jewellery. They used cheap ugg boots long dangling earrings and necklaces, multiple bracelets and bold ugg boots uk rings.Art Deco jewellery has harshly geometric and symmetrical theme instead disocunt ugg boots of free flowing curves and naturalistic motifs. Art Deco Jewelry buy ugg boots today displays designs that consist of arcs, circles, rectangles, squares, and ugg outlet triangles. Bracelets, earrings, necklaces and rings are added with long ugg boots outlet lines and curves.One example of Art Deco jewelry is the Art Deco ring. Art Deco rings have ugg mall sophisticated sparkle and bold styles. These rings are not intended for a subtle look, they are meant to be noticed. Hence, these are perfect for people with bold styles.

Poskan Komentar

Komentar Anda adalah Motivator ...

Komentator

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Recent Comments