Suatu hari di musim dingin, terlihat beberapa koloni semut sedang bekerja melakukan pengeringan makanan yang masih basah - basah. Biji -bijian dari gandum, jagung dan sebagainya yang di peroleh selama musim panas sewaktu bersemi.Tiba-tiba datang seekor belalang menghampiri mereka dan berkata kepada salah satu semut pekerja, "Tolong beri saya sebiji gandum dan jagung karena saya sangat kelaparan", Lalu semut tersebut menjawab, "Kami bekerja siang malam untuk mendapatkan semua ini, kenapa kami harus berbagi kepadamu ? terus apa yang kamu lakukan selama musim panas, jika sekarang kerjamu hanya meminta ?" ganti semut yang berbalik tanya.
"Oh, saya tidak sempat untuk melakukan hal yang demikian, karena sewaktu musim panas saya sibuk bernyanyi tentang jagung dan menikmati musim panas" jawab belalang. Mendengar jawaban tersebut semut kemudian tertawa lalu bilang, "terus kenapa sekarang kau cari makan, bukankah lebih enak bernyanyi saja tentang musim dingin ?"
"Wahai belalang, ajaran kami memerintahkan, bahwa kita harus saling tolong menolong kepada yang lebih membutuhkan. Namun, kami juga diperintahkan bahwa kita harus bekerja keras dan tidak bergantung pada kebaikan hati orang lain untuk kebutuhan sehari-hari kita. Bawalah, beberapa biji gandum dan jagung untuk persediaan musim dinginmu nanti." jelas semut.
Belalang menangis mendengar penjelasan dari semut, kemudian meminta maaf kepada semut dan segera menyadari kesalahannya yang terlalu menggantungkan diri pada semut.
Cerita yang sangat singkat tapi bermakna. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Amiiien...
Inspirasi ; www.ezsoftech.com
Terkait :
Wanita Jelata
Jangan Putus Asa [Kepompong]
Cewek Cakep Untuk Kita Yang Pas-pas'an
[Lanjut Baca...]
Satu lagi ni ada suatu cerita yang mau saya amalkan kepada teman - teman tercinta. Dalam kisah ini menceritakan jika pada suatu ketika,
Seorang gubernur yang kaya raya sedang mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menghamburkan uang dihadapan mereka. Semua saling berebut memunguti uang tersebut dengan suka cita. Tetapi disisi lain ia melihat ada seorang wanita kumal, berkulit hitam, dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya darinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.
Dengan heran sang gubernur itu mendekati wanita tersebut seraya bertanya, "Mengapa kau tak ikut memunguti uang seperti tetanggamu ?"
Wanita tersebut menjawab, "Sebab yang mereka cari hanya uang sebagai bekal dunia, sedangkan yang saya butuhkan adalah bekal akhirat.
"Maksud engkau ?" tanyanya lagi
Maksud saya, bekal saya didunia ini sudah cukup, yang saya perlukan saat ini adalah bekal akhirat. Ketaatan beribadah dan kekuatan iman, sebab perjalanan di dunia amat pendek di banding dengan pengembaraan kekal di akhirat.
Gubernur tersebut merasa tersindir dengan jawaban tersebut, dan akhirnya dia mulai menyadari kesalahannya. Selama ini dia hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban beribadah. Padahal hartanya sangat melimpah bahkan tidak akan habis dimakan keluarganya meski sampai tujuh turunan sekalipun. Sedangkan umurnya sudah diatas setengah abad dan malaikat izroil sudah mengintainya.
Tak disangka sang gubernur tersebut jatuh cinta kepada wanita tersebut yang lusuh dan berparas hanya sedikit lebih bagus dari monyet itu. Kabar itu tersebar ampai ke pelosok negeri. Orang-orang bear tak habis pikir, bagaimana bisa seorang gubernur bisa menaruh hati kepada wanita jelata jelek tersebut.
Pada suatu kesempatan, diundanglah mereka semua oleh sang gubernur dalam sebuah pesta mewah, termasuk para tetangga dan wanita jelek itu. Kepada mereka diberikan gelas kristal yang bertahtakan permata berisi cairan anggur segar. Ia memerintahkan kepada tamu agar mereka membanting gelasnya masing-masing. Semuanya diam, tak ada yang mau menuruti perintah tersebut. Namun tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, "praang..." semuanya yang datang sama berkata dalam hati, "hanya orang gila yang mau menuruti perintah tersebut." Ternyata, wanita buruk rupa tersebut yang membanting gelas. Pecahan gelas berhamburan ke kaki-kaki tamu dan para tamu.
Sang gubernur lalu bertanya kepadanya, "Mengapa kau banting gelasnya?"
Tanpa takut dia menjawab,"Ada beberapa sebab yang mesti kujelaskan,
Pertama, dengan memecahkan gelas terebut maka berkurang kekayaan tuan, tapi itu lebih baik daripada wibawa tuan yang berkurang lantaran perintah tuan tidak dipatuhi."
Sang gubernur terkesima dan para tamu juga kagum dengan jawaban yang masuk akal itu.
"Sebab kedua ?" tanya gubernur
"Yang kedua, saya hanya menaati perintah Alloh, sebab dalam Al-Qur'an kita diperintahkan agar kita mematuhi Alloh, utusannya, dan para penguasa. Sedangkan tuan adalah penguasa, maka dengan segala resiko akan saya laksanakan perintah tuan.
Gubernur kian takjub, demikian juga para tamu. "Ada sebab yang lain ?"
Perempuan itu mengangguk dan berkata, "Yang terakhir adalah, dengan saya membanting gelas tersebut, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun hal itu lebih baik buat diri saya daripada saya tidak melaksanakan perintah Gubernurnya sendiri dan berarti saya telah berbuat durhaka, dan melanggar perintah Al-Qur'an seperti sebab kedua tadi.
Karena kearifan wanita itulah, akhirnya gubernur menikahinya. Dan setelah para tamu menyaksikan peristiwa tersebut, mereka berbalik gembira sang gubernur telah memperoleh jodoh yang tidak saja taat pada suami, tetapi juga taat kepada Gubernurnya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.
Sobat semua, dalam keadaan terpojok dan dianggap gila oleh yang lain, seorang wanita jelata mampu menyadarkan tidak hanya seorang gubernur melainkan juga semua orang yang telah menyaksikan peristiwa tersebut. Bila, hidup di dunia ini sangat singkat, tak sebanding dengan hidup setelahnya. Sepatutnya kita contoh wanita tersebut, namun yang saya ragukan pada saat sekarang ini, Bisa tidak kita melakukannya, meski sekedar menjelaskan kepada yang lain ? SEMOGA BERMANFAAT...
(Amalan dari : Kumpulan kisah Islam)
[Lanjut Baca...]

Pada postingan kali ini saya akan mengulas tentang perjuangan hidup, dibaca ya??
Kita semua pasti sudah tahu bagaimana bentuk kepompong, banyak yang mengatakan jelek, menjijikkan, dll. Tapi di balik keburukan rupa tersebut kemudian dia berubah menjadi indah, anggun, dan menawan. Benar, kupu-kupu jawabnya hewan paling cantik di dunia. Dimana karena keindahannya, membuat anak kecil selalu ingin menangkap dan memeliharanya.
Suatu ketika ada seekor kepompong sedang berusaha keluar lepas dari sesuatu yang melilit tubuhnya, tak lama lagi dia akan berubah menjadi kupu-kupu dan terbang bersama sayapnya. Tetapi saat masih setengah dalam perjalannya menuju keluar dari balutannya tersebut dia kesulitan. Kemudian dia berusaha lagi namun masih tidak bisa. Dia sangat kelelahan dan hampir putus asa. Dalam hatinya, berharap ada sesuatu yang bisa menolongnya.
Dalam keadaan masih setengah badan yang keluar dia berhenti. Akhirnya ada anak kecil melintas di dekatnya dan melihat kejadian tersebut, karena kasihan anak tersebut lalu mengambil sebuah silet kemudian segera membebaskan kepompong tersebut dari jeratan yang melilitnya itu. Lega rasanya kepompong itu bisa bebas. Tapi apa yang terjadi setelah itu ?
Tanpa ia (kepompong itu) sadari kesalahan besar telah terjadi dalam hidupnya. Seharusnya dia bisa melepaskan dirinya sendiri karena untuk mengeluarkan cairan kotor dalam tubuhnya sekaligus merampingkan dan menumbuhkan sayap-sayapnya. Tetapi karena ada anak kecil yang bermaksud menolongnya tersebut akhirnya dia telah keluar dari kepompongnya sebelum waktunya. Akibatnya dia menjadi seekor yang memprihatinkan, tubuhnya buncit, jelek, sayapnya sangat kecil, hanya berjalan-jalan di tanah tidak bisa terbang, dan akan cacat seumur hidupnya.
Banyak hal yang dapat kita ambil dari cer-pen diatas misalnya ;
"Butuh kerja keras untuk hidup yang lebih baik dan indah seperti kepompong yang mau menjadi kupu-kupu."
"Jangan berharap bantuan orang lain bila kita masih bisa mengatasi masalah pada diri kita."
"Untuk hidup kita sendiri, jangan mau orang lain yang menentukan meski orang tersebut kasihan pada kita"
"Pesan saya yang terakhir adalah, terus berusaha dan jangan putus asa. Semoga bisa menambah wawasan kita bersama"
[Lanjut Baca...]